WAKIL WALI KOTA PONTIANAK TEKANKAN SPORTIVITAS DAN PENILAIAN OBJEKTIF PADA MTQ KE-XXXIV 2026 TINGKAT KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Pontianak — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tahun 2026 tingkat Kecamatan Pontianak Utara mendapat perhatian serius dari Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, SH.
Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, profesionalisme, serta nilai-nilai Al-Qur’an dalam seluruh rangkaian perlombaan.
Menurut Bahasan, pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi mencari juara, melainkan momentum pembinaan generasi Qur’ani yang mampu memahami, membaca, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak-anaknya untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini. Pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an inilah yang menjadi tujuan utama dari pelaksanaan MTQ ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta atau kontestan MTQ agar tetap menjaga semangat sportivitas selama perlombaan berlangsung. Bahasan menekankan agar tidak ada tindakan ataupun praktik-praktik negatif yang dapat mencederai nilai luhur MTQ.
“Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Jangan sampai ada hal-hal aneh ataupun tindakan yang merusak marwah MTQ. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan usaha dan kualitas yang murni,” tegasnya.
Selain itu, Wakil Wali Kota Pontianak turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengasah kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an demi meraih hasil terbaik.
Ia berharap para peserta mampu mencapai kualitas penilaian tinggi dengan standar nilai di atas 96 poin.
Tak hanya itu, Bahasan juga memastikan bahwa para peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Pontianak ke tingkat yang lebih tinggi, yakni MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang rencananya akan digelar di Kayong Utara.
“Siapapun yang menjadi juara nantinya, akan kami bina dan persiapkan untuk melangkah ke tingkat provinsi. Kami ingin melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama baik Pontianak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga memberikan perhatian khusus kepada dewan juri. Ia meminta seluruh dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan transparan tanpa adanya unsur subjektivitas dalam proses penilaian.
“Saya berharap dewan juri benar-benar menjunjung tinggi profesionalisme dan objektivitas dalam memberikan penilaian. Dengan penilaian yang adil dan transparan, MTQ ini akan mampu melahirkan bibit-bibit unggul secara alami tanpa adanya hal-hal negatif,” pungkasnya.
Pelaksanaan MTQ ke-XXXIV tingkat Kecamatan Pontianak Utara diharapkan menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, serta penguatan syiar Islam di tengah masyarakat, sekaligus melahirkan generasi muda yang berakhlak Qur’ani dan berintegritas tinggi.
Editor Redaksi / Dafid Amrullah
