Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Deras Kembali Hantam Jembatan Temurak, Warga dan Polisi Turun Tangan Selamatkan Akses Penghubung

14/05/2026 | Mei 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T02:35:44Z



 SANGGAU – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali memperlihatkan rapuhnya kondisi infrastruktur di daerah tersebut. Jembatan Temurak yang berada di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, kembali rusak setelah diterjang tingginya debit air akibat cuaca ekstrem pada Rabu malam (13/5/2026).

Kerusakan pada akses vital penghubung menuju Kecamatan Tayan Hilir itu langsung memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan jalur utama yang setiap hari digunakan warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan hingga mobilitas umum lintas kecamatan.



Pengecekan kondisi jembatan dilakukan pada Kamis pagi (14/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB oleh aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kondisi di lapangan menunjukkan bagian timbunan jembatan kembali terkikis arus air setelah sebelumnya sempat diperbaiki secara gotong royong.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebenarnya baru saja diperbaiki melalui kerja sama lintas unsur, mulai dari Forkopimcam, pihak perusahaan hingga para pengusaha di wilayah Meliau. Namun derasnya hujan dengan intensitas tinggi membuat struktur timbunan kembali amblas.



“Perbaikan sebelumnya dilakukan bersama-sama oleh Forkopimcam, perusahaan dan masyarakat. Namun hujan deras semalam menyebabkan kondisi jembatan kembali rusak,” ujarnya.

Situasi itu membuat personel Polsek Meliau bersama warga bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi. Dengan memanfaatkan karung berisi kerikil batu, warga dan aparat bahu membahu menimbun bagian jembatan yang rusak demi menjaga akses tetap bisa dilalui kendaraan.

Langkah darurat tersebut dilakukan untuk mencegah kendaraan terperosok sekaligus menghindari lumpuhnya arus lalu lintas. Petugas kepolisian bahkan terlihat turun langsung mengatur kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas secara bergantian di atas jembatan.

“Kami bersama masyarakat berupaya agar akses tetap dapat digunakan. Pengendara juga kami minta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” jelas Iptu Supar.

Jembatan Temurak sendiri memiliki posisi strategis karena menjadi akses utama menuju sejumlah wilayah di Kecamatan Tayan Hilir. Tak hanya itu, lokasi jembatan juga berada dekat kawasan Rumah Adat Betang Meliau yang dalam waktu dekat akan menjadi pusat kegiatan budaya Gawai Adat Dayak pada 18 Mei 2026 mendatang.

Kondisi tersebut membuat percepatan perbaikan dinilai mendesak. Pemerintah Desa Meliau Hilir bersama pihak kecamatan dikabarkan telah melakukan koordinasi guna menindaklanjuti upaya perbaikan lanjutan agar kerusakan tidak semakin parah.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi segera menghadirkan solusi permanen agar kerusakan serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Hingga Kamis siang, situasi di sekitar Jembatan Temurak terpantau aman. Arus lalu lintas masih berjalan meski terbatas, sementara aparat kepolisian bersama warga tetap bersiaga di lokasi guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Sumber : Hms Res Sgu

Frz.

×
Berita Terbaru Update