KABEL PLN DAN INTERNET DI JALAN KHATULISTIWA MEMBAHAYAKAN WARGA, MASYARAKAT MINTA TINDAKAN TEGAS
Pontianak — Semrawutnya kabel PLN dan kabel internet yang membentang di sepanjang Jalan Khatulistiwa, mulai dari kawasan Siantan hingga Tugu Khatulistiwa, kini menjadi sorotan serius masyarakat.
Kondisi kabel yang menjuntai rendah, kusut, dan tidak tertata dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar. Minggu, 17 Mei 2026.
Keluhan demi keluhan disampaikan warga Kecamatan Pontianak Utara kepada Media Arsip Indonesia TV.
Mereka menilai kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan musibah besar apabila tidak segera ditangani oleh pihak terkait.
Selain mengganggu keindahan kota, kabel listrik dan kabel internet yang semrawut itu juga dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik hingga kebakaran.
Warga pun mempertanyakan keseriusan pihak PLN maupun perusahaan penyedia jaringan internet dalam melakukan pengawasan dan perawatan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat luas.
Saat dikonfirmasi Tim Keredaksian Arsip Indonesia TV melalui sambungan telepon, Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat (LIMAS), Syafarahman,C.IJ., C.PW., C.PS., C.ILJ menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihak-pihak terkait seharusnya rutin melakukan pengecekan dan perawatan agar kabel-kabel yang berada di sepanjang jalan tidak menjuntai ke bawah dan membahayakan masyarakat.
“Seharusnya pihak terkait selalu melakukan perawatan agar kabel-kabel, baik itu PLN maupun internet, tidak menjuntai ke bawah dan tidak semrawut. Jika dibiarkan, ini bisa membahayakan masyarakat dan memicu kecelakaan. Kalau sudah ada korban, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh kalah oleh kepentingan bisnis semata.
Ia menilai jangan sampai pihak-pihak terkait hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak dan risiko terhadap warga.
“Jangan hanya keuntungan yang diraup, tetapi keselamatan masyarakat diabaikan. Ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya dengan nada tegas.
Syafarahman juga meminta pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban dan evaluasi menyeluruh terhadap kabel-kabel yang dinilai membahayakan tersebut.
Bahkan ia menegaskan, apabila pihak terkait tidak mampu bergerak cepat dalam melakukan pembenahan, maka pejabat yang bertanggung jawab sebaiknya mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak mampu merapikan dan menindaklanjuti persoalan ini dengan cepat, lebih baik mundur dari jabatan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.
Editor Redaksi / Muhammad Yafi
