SEKADAU – Di balik setiap aksi penyelamatan yang berhasil, terdapat sosok-sosok pengabdi yang bekerja tanpa mengenal lelah demi keselamatan masyarakat.
Salah satunya adalah Chairani, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sekadau yang bertugas sebagai personel Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sekadau.
Dengan dedikasi tinggi dan semangat pengabdian yang kuat, Chairani telah mencurahkan waktu, tenaga, serta kemampuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam menjalankan tugas, ia dikenal sebagai sosok yang profesional, tanggap, ramah, dan selalu bekerja sepenuh hati.
Bagi Chairani, tugas sebagai petugas pemadam kebakaran dan penyelamat bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan.
Ia meyakini bahwa setiap nyawa yang diselamatkan dan setiap bantuan yang diberikan merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
Tidak hanya hadir saat terjadi keadaan darurat, Chairani juga aktif memberikan edukasi, motivasi, dan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial pribadinya.
Berbagai informasi terkait keselamatan, kebencanaan, hingga upaya pencegahan risiko disampaikan secara konsisten demi meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selama masa pengabdiannya, Chairani telah terlibat dalam berbagai operasi pemadaman dan penyelamatan berisiko tinggi. Mulai dari pemadaman kebakaran rumah, bangunan, kendaraan, hingga kebakaran lahan.
Ia juga turut melakukan evakuasi pencarian orang hilang di sungai maupun kawasan hutan, serta penanganan hewan liar seperti ular dan biawak yang masuk ke permukiman warga.
Salah satu tugas besar yang pernah dijalankannya adalah keterlibatan dalam Operasi SAR kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada 16 April 2026.
Operasi tersebut menjadi salah satu misi kemanusiaan yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan kerja sama tim yang tinggi.
Selain dikenal sebagai petugas penyelamat, Chairani juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Jiwa kerelawanan yang dimilikinya membuat dirinya selalu hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan, baik dalam kegiatan sosial maupun aksi kemanusiaan lainnya.
Komitmennya terhadap peningkatan kualitas diri juga dibuktikan melalui berbagai pelatihan dan pendidikan yang telah diikuti.
Di antaranya Diklat Pemadam 1 yang diselenggarakan Pusdiklatkar Ciracas Jakarta, Diklat Pertolongan Pertama (First Aid) oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, serta pelatihan Water Rescue dan Medical First Responder (MFR) yang diselenggarakan oleh Kantor SAR Pontianak.
Menurut Chairani, pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi harus didukung dengan kemampuan teknis yang memadai, keterampilan yang terus diasah, serta sinergi yang kuat antarinstansi.
Hal tersebut penting untuk menjamin keselamatan petugas, tim, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Di berbagai kondisi cuaca, medan, dan tantangan lapangan yang tidak menentu, Chairani bersama rekan-rekan timnya selalu berupaya hadir memberikan pelayanan terbaik. Baginya, pelayanan publik bukan tentang bekerja sendiri, melainkan tentang kolaborasi, solidaritas, dan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Mungkin namanya tidak selalu menjadi sorotan, namun jejak pengabdian dan manfaat yang diberikannya nyata dirasakan oleh banyak orang.
Chairani adalah salah satu wajah ASN Indonesia yang menunjukkan bahwa pengabdian, profesionalisme, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Editor Redaksi // Maulana M Yahya
