Pontianak – Kondisi sejumlah truk pengangkut sampah yang diduga sudah tidak layak beroperasi kembali menjadi sorotan publik.
Salah seorang tokoh masyarakat Pontianak Utara, H. Fauzi, mempertanyakan pengelolaan anggaran pemeliharaan armada yang setiap tahunnya dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut H. Fauzi, apabila memang tersedia anggaran rutin untuk perawatan kendaraan operasional kebersihan, mulai dari servis berkala, pengadaan suku cadang, hingga perbaikan kerusakan besar, maka masyarakat berhak mengetahui sejauh mana realisasi dan efektivitas penggunaan anggaran tersebut.
"Kemana anggaran APBD untuk biaya perawatan rutin, suku cadang, dan perbaikan kerusakan besar armada truk sampah setiap tahunnya dialokasikan?
Mengapa masih ada truk dengan kondisi memprihatinkan yang tetap beroperasi di jalan raya?" ujar H. Fauzi.
Ia menilai, armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan pada bagian bak maupun bodi tidak hanya mengurangi estetika Kota Pontianak, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tetap dioperasikan tanpa perbaikan yang memadai.
"Jangan sampai masyarakat menilai anggaran pemeliharaan hanya sebatas angka di atas kertas, sementara kondisi armada yang digunakan setiap hari justru terlihat memprihatinkan.Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas," tambah H. Fauzi.
Lebih lanjut, H. Fauzi meminta Pemerintah Kota Pontianak melalui instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi armada, program peremajaan kendaraan, serta penggunaan anggaran pemeliharaan yang bersumber dari APBD.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas sangat penting agar tidak menimbulkan pertanyaan maupun asumsi di tengah masyarakat.
"Pemerintah perlu membuka data terkait anggaran pemeliharaan armada dan memastikan seluruh kendaraan operasional yang digunakan telah memenuhi standar kelayakan. Jangan sampai pelayanan publik justru mengorbankan keselamatan masyarakat," tegas H. Fauzi.
Di sisi lain, masyarakat berharap Pemerintah Kota Pontianak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada pengangkut sampah.
Kendaraan yang tidak lagi memenuhi standar kelayakan diharapkan segera diperbaiki atau diremajakan agar pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan di jalan raya.
Editor Redaksi // Maulana M. Yahya
