Jeritan Warga Desa Meliau Hilir: Surat ke PUPR Sanggau Tak Kunjung Ditindaklanjuti
SANGGAU — Jeritan masyarakat Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, seolah hanya dianggap angin lalu.
Harapan warga agar Jembatan Sungai Temurak segera diperbaiki hingga kini belum juga mendapat kepastian, meski surat resmi permohonan telah dilayangkan lebih dari satu bulan lalu kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas PUPR.
Melalui surat bernomor 600.1.10/360/Pemdes/IV/2026 yang bersifat penting, Pemerintah Desa Meliau Hilir secara resmi mengajukan permohonan percepatan perbaikan jembatan kepada Bupati Sanggau pada tanggal 1 April 2026.
Namun hingga hari ini, surat tersebut dinilai seakan menghilang tanpa tindak lanjut yang jelas.
Warga mengaku kecewa dan merasa diabaikan.
Janji pihak terkait yang disebut akan menghubungi UPT Workshop hanya tinggal ucapan tanpa realisasi.
Tidak ada kepastian, tidak ada perbaikan, bahkan kabar lanjutan pun tak kunjung diterima masyarakat.
Padahal, kondisi Jembatan Sungai Temurak kini semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Setiap hari masyarakat dipaksa melintasi jembatan rusak yang sewaktu-waktu dapat mengancam nyawa.
Ironisnya, jembatan tersebut bukan sekadar akses biasa.
Jembatan Sungai Temurak merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas pendidikan, transportasi hasil pertanian, akses ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.
Kerusakan yang terus dibiarkan bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memperlihatkan lemahnya respons terhadap kebutuhan masyarakat desa.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah publik. Apakah pemerintah harus menunggu jatuhnya korban jiwa terlebih dahulu baru bergerak?
Ataukah suara masyarakat kecil di pelosok desa memang sudah tidak lagi dianggap penting?
Masyarakat Desa Meliau Hilir kini hanya berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji tanpa bukti.
Sebab bagi warga, jembatan itu bukan hanya penghubung jalan — melainkan penghubung kehidupan.
Editor Redaksi : Muhammad Wahed
