Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sinergi Lintas Instansi, Polri Dampingi Fogging Cegah Penyebaran DBD di Desa Beginjan

20/07/2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-21T00:40:48Z



Sanggau, Polda Kalbar - Upaya pencegahan dan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan secara sinergis di wilayah Kabupaten Sanggau. Senin (20/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, personel kepolisian bersama instansi kesehatan, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat melaksanakan pendampingan serta monitoring kegiatan pengasapan atau fogging insektisida di wilayah Dusun Beginjan, Desa Beginjan, Kecamatan Tayan Hilir.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif dan respons terhadap potensi penyebaran penyakit menular DBD, khususnya dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah setempat.

Pelaksanaan fogging melibatkan petugas Puskesmas Tayan, Bhabinkamtibmas Desa Beginjan Aipda M.J. Sianipar, Babinsa Koramil Tayan Hilir Sertu Faruk, perangkat Desa Beginjan, serta masyarakat. Seluruh unsur tersebut bersinergi dalam pelaksanaan pengasapan di kawasan pemukiman warga.

Dalam kegiatan itu, personel kepolisian bersama unsur terkait turut melakukan pendampingan dan monitoring untuk memastikan proses fogging berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Petugas juga membantu pelaksanaan fogging dari rumah ke rumah di wilayah pemukiman masyarakat.

Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit DBD.

“Polri mendukung penuh langkah pencegahan dan penanganan DBD melalui sinergi bersama tenaga kesehatan, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memperkuat komunikasi dengan warga,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada pelaksanaan fogging, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dinilai penting untuk dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Fogging merupakan salah satu langkah penanganan, tetapi pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta menghilangkan barang-barang yang dapat menampung air,” kata Iptu Kusdarwanto.

Selain mendukung upaya kesehatan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular. Sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga terhadap DBD.

Polsek Tayan Hilir mengajak seluruh masyarakat Desa Beginjan untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila menemukan gejala yang mengarah pada DBD. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, upaya pencegahan penyebaran penyakit dapat dilakukan secara lebih efektif demi terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat. 

Sumber : Dny Ard / Humas Res Sgu.

×
Berita Terbaru Update