Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Parit Abak Laut Menjerit: Infrastruktur Tak Tersentuh, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

06/06/2026 | Juni 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-07T04:34:05Z


KUBU RAYA, 8 Juni 2026 – Kekecewaan warga Parit Abak Laut, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, kembali mencuat. Setelah lebih dari satu dekade menunggu pembangunan, masyarakat menilai perhatian pemerintah terhadap wilayah mereka masih sangat minim, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan utama warga.


Midi, salah seorang warga Parit Abak Laut, menyampaikan kepada awak media bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan sarana penghubung yang dapat menghubungkan Kecamatan Kuala Mandor B dengan Kecamatan Sungai Ambawang.


 Menurutnya, akses tersebut sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi warga.


"Kami sangat membutuhkan akses penghubung antar kecamatan. Selama ini masyarakat mengalami berbagai kesulitan akibat keterbatasan infrastruktur yang memadai," ujar Midi.


Ia juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2014 hingga memasuki tahun 2026, kondisi infrastruktur di wilayah mereka dinilai belum tersentuh pembangunan secara signifikan.


"Dari tahun 2014 sampai sekarang tahun 2026, kami belum melihat adanya pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di sini," tambahnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Keterbatasan akses dinilai menghambat distribusi hasil pertanian, memperlambat pelayanan publik, serta menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari.


Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya dan segera mengambil langkah nyata guna menjawab kebutuhan masyarakat.


"Warga sudah lama menantikan adanya pembangunan yang dapat menghubungkan dua kecamatan ini. Akses yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa," tegas Midi.


Selain memperlancar transportasi, pembangunan jalur penghubung tersebut diyakini dapat membuka keterisolasian sejumlah wilayah, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pemerataan pembangunan di daerah pedalaman.


Masyarakat menegaskan bahwa aspirasi yang selama ini disampaikan jangan hanya menjadi catatan tanpa realisasi. Mereka berharap pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap masyarakat pelosok yang selama bertahun-tahun menanti pembangunan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait keluhan dan harapan warga Parit Abak Laut tersebut.


Editor Redaksi: Hendi

×
Berita Terbaru Update