KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT — 03 SEPTEMBER 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan. Di Kampung Baru, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kobaran api dilaporkan makin mendekati area pemukiman warga dengan gumpalan asap tebal yang terus menyelimuti desa.
Kondisi darurat ini telah memaksa sebagian besar warga untuk mengungsi dan mengevakuasi diri ke lokasi yang lebih aman. Tak hanya ancaman api, dampak kabut asap tebal juga mulai memicu gangguan kesehatan serius. Banyak warga yang mengalami sesak napas akibat pekatnya udara yang tercemar.
Mukhlis, salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi dengan mengenakan masker dan tampak bersusah payah bernapas di tengah jalanan desa yang tertutup kabut asap tebal, menyampaikan kepasrahan sekaligus desakan kuat kepada pihak-pihak terkait.
"Status di desa kami sudah sangat darurat sekali. Kebakaran sudah sangat dekat dengan rumah dan asap makin pekat. Banyak warga yang mulai sesak napas. Kami sangat memohon agar tim medis bisa segera datang ke desa untuk memberikan pertolongan," ujar Mukhlis.
Selain bantuan medis darurat, Mukhlis juga menyuarakan jeritan hati warga yang membutuhkan kehadiran dan tindakan nyata dari para wakil rakyat serta pimpinan daerah. Pihaknya mengetuk kepedulian para anggota Dewan Kabupaten Kubu Raya (seperti Maimunah, Reno, Faweid, Derahman, Erwin, Masuri, Juhari, dan lainnya), DPRD Provinsi Kalbar (di antaranya Arif Renaldi, Suib, Yuliana, Noval, Syarif Amin, dan lainnya), DPR RI, hingga Bupati Kubu Raya dan Gubernur Kalimantan Barat.
"Para aparatur pemerintah kami tunggu kedatangannya hari ini, tahun 2026, bukan tahun 2029," tegas Mukhlis, menyoroti urgensi bantuan yang dibutuhkan masyarakat saat ini juga, bukan sekadar janji di masa depan.
Warga berharap pihak pemadam kebakaran, tim medis, penanggulangan bencana, dan jajaran pemerintah daerah segera turun tangan secara masif ke Kampung Baru, Desa Simpang Kanan, guna memadamkan api serta menyelamatkan jiwa warga yang terdampak.

