Kuburaya_14/02/2026-Pembangunan Jembatan Sungai Kakap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025, masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian hingga 2026. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dan mengalami kerusakan parah, sehingga perlu direkonstruksi total.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sebelumnya telah melakukan peninjauan akhir rencana pembangunan ulang jembatan ini, yang menggunakan konstruksi girder dan tiang pancang spun pile berdiameter 50 cm, dengan nilai kontrak sebesar Rp 8 miliar. Namun, hingga saat ini, proyek ini masih belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, juga telah meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memprioritaskan perbaikan jembatan ini, karena kondisinya yang sudah parah dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Sujiwo berharap perbaikan dapat dimulai pada tahun 2026, namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda realisasi.
TANPA PAPAN PLANK PROYEK, MASYARAKAT GELAP,DI DUGA TIDAK ADANYA TRANSPARASI PUBLIK
Di duga tidak adanya Papan plank proyek di lokasi pembangunan Jembatan Sungai Kakap juga menjadi perhatian awak media. "Kami ingin mengetahui apa yang sedang dikerjakan dan bagaimana progres pembangunan ini, namun tidak ada informasi yang jelas," kata salah satu Tim investigasi media.
Pertanyaan besar muncul, apakah ada alasan khusus sehingga papan plank proyek tidak dipasang, ataukah ada kesalahan dalam pelaksanaan proyek ini? Kami meminta klarifikasi dari pihak terkait tentang tidak adanya papan plank proyek ini dan informasi tentang anggaran nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, dan progres pembangunan Jembatan Sungai Kakap.
WARGA MENUNGGU, PEMERINTAH DIAM
Warga sekitar juga mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu akibat proses pembangunan, yang membuat mereka kesulitan beraktivitas sehari-hari. "Kami berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan proyek ini dan memberikan infrastruktur yang memadai untuk masyarakat," kata salah satu warga Sekitar
Apa yang menyebabkan proyek ini mangkrak? Apakah ada masalah dengan kontraktor? Bagaimana dengan anggaran yang telah dialokasikan? Kapan jembatan ini akan selesai? Apakah pemerintah akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini?
Kami juga ingin mengetahui, apakah ada evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah terkait proyek ini? Apakah ada langkah-langkah yang diambil untuk mempercepat proses pembangunan? Semua mata tertuju pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan jawaban dan solusi atas masalah ini.
Dengan tidak adanya informasi yang jelas tentang proyek ini, masyarakat Kubu Raya merasa tidak percaya diri dengan kemampuan pemerintah dalam mengelola proyek pembangunan. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan jawaban dan solusi atas masalah ini, sehingga masyarakat dapat kembali memiliki akses yang aman dan nyaman ke jembatan Sungai Kakap


